Yayasan Dharma Bangsa Mandiri

Tentang Kami

Profil Yayasan Dharma Bangsa Mandiri

Sejarah YDBM

Diawali dari kesadaran sekelompok pemuda yang peduli terhadap masa depan generasi bangsa dan ingin memberikan kontribusi yang bermanfaat demi kemajuan generasi bangsa yang berkarakter beriman, unggul dan mandiri. Maka, didirikanlah Yayasan Dharma Bangsa Mandiri atau YDBM pada tanggal 19 April 2018.

Visi

Menjadi Yayasan Sosial yang berperan aktif dalam mewujudkan generasi bangsa mandiri yang mewujudkan kebajikan.

Misi

Menggali, membina dan mengembangkan potensi masyarakat dalam berbagai bidang untuk mempunyai sikap menjunjung kebajikan serta bertanggung jawab.

YDBM memiliki 3 Pilar Program Utama dengan Tujuan Besar Pemberdayaan Masyarakat

  • Rumah Mandirikan Bangsa
  • Aksi Tanpa Suara (AKSARA)
  • Dukung Nakes Pelosok Negeri

Yayasan Dharma Bangsa Mandiri berdiri sejak tanggal 19 April 2018 sebagai lembaga sosial yang aktif memfokuskan perjuangannya untuk membantu anak-anak yatim, dhuafa, anak-anak disabilitas tunarungu, dan masyarakat pra-sejahtera, khususnya yang tinggal di wilayah Ibu Kota Jakarta. Di tengah kemajuan kota metropolitan, masih terdapat banyak keluarga dengan kondisi ekonomi yang sangat terbatas. Orang tua bekerja sebagai asisten rumah tangga, buruh harian, karyawan serabutan, pedagang kecil, hingga pekerja informal dengan penghasilan yang tidak tetap. Penghasilan mereka sering kali hanya cukup untuk makan sehari-hari, bahkan tidak jarang kurang dari itu. Kondisi ini menyebabkan anak-anak mereka tidak mendapatkan hak dasar dengan layak.

Bagi anak yatim dan dhuafa, tantangan hidup semakin berat. Tanpa kehadiran salah satu orang tua—bahkan ada yang ditinggalkan keduanya—beban ekonomi keluarga menjadi berlipat. Mereka sering kali tidak memiliki uang jajan harian, tidak mampu membeli perlengkapan sekolah seperti sepatu, tas, buku tulis, atau seragam yang layak. Banyak dari mereka terpaksa berangkat sekolah dengan kondisi seadanya. Di Ibu Kota yang penuh persaingan, hal ini membuat anak-anak rentan tertinggal baik secara akademik maupun perkembangan diri.

Selain itu, akses terhadap pendidikan tambahan seperti kursus Bahasa Inggris, pelatihan komputer, atau bimbingan belajar hampir mustahil mereka dapatkan. Padahal, kemampuan tersebut sangat penting untuk persiapan masa depan. Tanpa akses yang memadai, kesenjangan pendidikan antara anak-anak dari keluarga prasejahtera dan mereka yang berasal dari keluarga mampu akan semakin melebar.

Masalah kesehatan juga menjadi perhatian besar. Sebagian besar anak yatim dan dhuafa tidak pernah mendapatkan pemeriksaan kesehatan rutin, baik pemeriksaan gigi, mata, tumbuh kembang, maupun kesehatan umum. Banyak yang mengalami anemia, kekurangan gizi, atau masalah kesehatan ringan yang dibiarkan hingga menjadi serius. Kondisi ekonomi keluarga membuat pemeriksaan ke puskesmas atau membeli vitamin pun menjadi hal yang berat.

Untuk anak-anak disabilitas tunarungu, tantangannya bahkan lebih kompleks. Mereka membutuhkan alat bantu dengar, terapi wicara, dan pendampingan khusus agar dapat berkomunikasi dan tumbuh secara optimal. Sayangnya, layanan khusus seperti ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. Banyak keluarga prasejahtera yang tidak mampu menyediakan kebutuhan dasar disabilitas anak mereka sehingga anak menjadi semakin tertinggal dibanding teman sebayanya. Padahal, dengan alat bantu dengar dan terapi yang tepat, mereka memiliki potensi yang luar biasa untuk berkembang.

Melihat kenyataan ini, Yayasan Dharma Bangsa Mandiri berkomitmen hadir sebagai perpanjangan tangan bagi masyarakat yang membutuhkan. Yayasan bergerak memberikan pendidikan, bantuan kesehatan, program penguatan ekonomi keluarga, pemenuhan kebutuhan dasar anak yatim, serta program pemberdayaan bagi anak-anak disabilitas tunarungu. Selain itu, yayasan ingin memastikan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang dan kondisi ekonominya, memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang layak.

Melalui program-program sosial yang berkelanjutan, Yayasan Dharma Bangsa Mandiri ingin menjadi jembatan antara para dermawan dan keluarga prasejahtera, membantu mengurangi kesenjangan sosial, serta membangun generasi muda Indonesia yang mandiri, berdaya, dan berakhlak mulia.

1. Rumah Mandirikan Bangsa

Pusat Pemberdayaan, Pelatihan serta Pengembangan kepada anak yatim dhuafa, anak disabilitas tunarungu dan keluarga Prasejahtera dalam bidang pendidikan, bidang ekonomi, bidang sosial, bidang kesehatan dan pusat kegiatan YDBM lainnya, baik yang ada di sekitar Rumah Mandirikan Bangsa, Lenteng Agung, Jakarta Selatan dan pelosok Negeri di seluruh Indonesia.

Bidang Pendidikan 

  • Beasiswa
  • Bimbel Bahasa Inggris Gratis
  • TPA Gratis
  • Taman Baca
  • Pelatihan Kreatifit
  • Bidang Ekonomi
  • Pelatihan Keterampilan
  • Bantuan Modal & Pelatihan Usaha
  • Ketahanan Pangan

Bidang Sosial & Kemanusiaan 

  • Barbequ (Bergerak Bersama Berbagi Qurban)
  • Sedekah AQ
  • Bantuan Makanan / Berbagi Nasi
  • Bantuan Beras
  • Santunan
  • Bantuan Bencana Alam

Bidang Kesehatan

  • Posyandu Remaja
  • Pemeriksaaan, Penyuluhan Kesehatan
  1. Aksi Tanpa Suara (AKSARA)

Program untuk mendukung anak-anak penyandang disabilitas Tunarungu dalam mendapatkan haknya dalam kemandirian dan pendidikan. Berupa bantuan Alat Bantu Dengar, biaya pendidikan, terapi wicara dan meningkatkan vokasi/menggali skill/keahlian bagi anak-anak penyandang disabilitas tuna rungu agar mampu bertahan hidup lebih mandiri, berdaya dan sukses di masa depan. 

Dampak Untuk Adik-adik Tunarungu

  • Menambah kepercayaan diri adik-adik Tunarungu
  • Membantu mereka lulus sekolah, karena mahalnya biaya pendidikan mereka
  • Memiliki keahlian khusus, karena sulitnya lapangan pekerjaan setelah lulus sekolah

Dampak Untuk Siswa

  • Mengajarkan siswa untuk berbagi
  • Mengenalkan kepada siswa tentang disabilitas khususnya Tunarungu
  • Mengasah empati dan meningkatkan rasa syukur
  • Mendapatkan benefit dari kegiatan program AKSARA
  1. Dukung Nakes Pelosok Negeri

Program untuk mendukung tenaga kesehatan sebagai ujung tombak dalam berikan layanan kesehatan di pelosok daerah terpencil, berupa alat bantuan kesehatan, kelas pelatihan, biaya sarana dan prasarana tenaga kesehatan di pelosok negeri. Tujuannya adalah upaya mendukung program pemerintah dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Program bantu alat kesehatan bertujuan dalam pemenuhan fasilitas kesehatan yang memadai dalam memberikan penanganan awal kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

Program pelatihan bertujuan untuk peningkatan Kompetensi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan kegawatdaruratan.

Dampak Untuk Nakes (Bidan)

  • Training PPGDON bermanfaat bagi bidan dalam mengasah kemampuan life saving skill kognitif, efektif maupun psikomotor kegawatdaruaratan obstetri neonatal.
  • Alat kesehatan yang sesuai standar membantu bidan dalam menegakkan diagnosa secara akurat dan mendeteksi dini adanya kelainan serta melakukan penanganan awal bila terjadi kegawatdaruratan.

Dampak Untuk Masyarakat

  • Mendapatkan pertolongan pertama kegawatdaruratan maternal dan neonatal dengan aman dan nyaman.
  • Masyarakat akan mendapatkan kepuasan dalam pelayanan kesehatan sesuai standar dengan fasilitas kesehatan yang memadai.
  • Mengurangi kondisi gawat darurat pada ibu maupun bayi dengan adanya deteksi dini dan penanganan awal yang tepat.
  • Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Scroll to Top